
Casey Stoner boleh merebut juara di MotoGP Sepang. Namun, sukses sebenarnya diraih Valentino Rossi. Pembalap Fiat Yamaha itu mampu mengunci gelar juara dunia kesembilannya meski hanya finis di urutan ketiga.
Sukses Rossi mengunci gelar juga membuat perhatian penonton terus tertuju ke pembalap 30 tahun tersebut. Dia menjadi satu-satunya pembalap yang paling diburu para fans. Setelah turun dari podium, para fans langsung menuju belakang paddock. Beberapa bahkan nekat melompat dari Grand Stand dan menyeberang lintasan agar tak ketinggalan. Mereka terus menunggu. Padahal, Rossi baru keluar dua jam kemudian.
Alhasil, selama dua jam masa penantian tersebut, paddock Rossi menjadi yang paling ramai. Kontras dengan paddock milik pembalap lain seperti rekan setimnya di Fiat Yamaha Jorge Lorenzo ataupun Dani Pedrosa (Repsol Honda). Bahkan, paddock milik Stoner juga terlihat sepi. Hanya ada beberapa fans yang nyangkruk di depan paddock-nya.
So, kesuksesan Rossi juga membuat keberadaan para pembalap lain seperti dianaktirikan. Saat Lorenzo lewat, tak banyak yang memburunya. Ketika, Stoner nongol, para fans juga terlihat ogah-ogahan mengejarnya. Alhasil, Stoner dan pembalap lain tak ubahnya seperti orang awam.
Ada yang menarik di saat para fans tersebut menunggu keluarnya Rossi. Yakni, nuansa ayam yang ada di paddock. Seekor ayam yang dikurung di dalam sangkar seperti sengaja dipamerkan di depan para fans. Selain itu, kaus para kru juga bergambar ayam yang sedang mengerami delapan gelar dan membayangkan angka sembilan. Itu merupakan simbol bahwa Rossi sudah mendapatkan delapan gelar juara dunia serta sedang memburu gelar kesembilannya. Di kaus para kru itu tertulis Gallina Vecchia Fabuon Brodo (Old Hen Makes Good Broth).
“Di Italia, ayam adalah makanan yang lezat untuk dinner. Semakin tua akan menghasilkan kuah sup yang lezat. Rossi sudah cukup tua. Tapi, bisa terus menjadi juara dunia. Seperti itu mungkin korelasi antara kata-kata ini dengan Rossi,” ucap Daniele Romagnoli, salah seorang crew.

No comments:
Post a Comment